New York - Amerika Serikat memiliki sistem peringatan darurat yang terbilang mumpuni dibanding negara lain. Sistem alarm ini mampu memperingatkan sekaligus meminta partisipasi warga terkait persoalan darurat tertentu.
Sistem bernama Wireless Emergency Alerts (WEA) ini diterapkan sejak 2007. Layanan gratis ini kemudian diperbarui pada 2012 di mana sistem ini berganti nama menjadi Personal Localized Alerting Network (PLAN). Seluruh kota besar di AS menerapkan sistem yang dikhususkan untuk koneksi handphone ini.
Pada prinsipnya sistem ini dikendalikan oleh biro khusus yang berkedudukan masing-masing di satu kota. Ketika ada kondisi darurat, biro ini akan menyebarkan pesan ke seluruh handphone yang ada di suatu kota atau negara. Sistem ini bekerjasama dengan seluruh aplikasi seluler di AS.
Peringatan dari layanan ini ada tiap kali ada kondisi darurat di AS. Seperti pada saat-saat genting ledakan di Manhattan, New York pada Sabtu (17/9) kemarin.
Setelah muncul ledakan pukul 20.30 di kawasan 113 west 23rd Street -- yang membuat 29 orang terluka -- petugas NYPD lantas bergerak melakukan penyisiran. Dalam waktu singkat ditemukan adanya potensi ledakan di 27th street Manhattan. Kurang lebih empat blok dari kejadian pertama.
Pukul 23.10 muncul peringatan darurat yang disebarkan ke handphone seluruh warga yang berada di New York. Termasuk di dalamnya warga asing yang tengah mengaktifkan data roaming.
"Suspicious package: residents on W 27th b/y 6th and 7th Ave stay away from windows," demikian bunyi peringatan itu.
Pesan yang disampaikan sistem darurat ini berbeda dengan pesan singkat biasa. Dia bisa sedemikian rupa membuat ponsel tujuan berdering dengan bunyi peringatan khusus, hingga membuat si pemilik handhpone harus membacanya. Untuk ponsel yang tengah dimode silent, sistem ini akan membuat ponsel tersebut bergetar panjang.
Kurang lebih tiga jam kemudian, sistem peringatan darurat kembali mengirimkan pesan. Kali ini pengumuman bahwa situasi telah kondusif.
"Update: The suspicous device on W 27 street safely removed vy NYPD Bomd Squad," demikian bunyi pesan yang masuk pukul 02.30 tersebut.
Begitu juga pada saat tim NYPD sudah menemukan siapa dalang di balik ledakan di New York, sistem ini kembali menyapa warga kota. Kali ini dia meminta partisipasi warga untuk mengenali wajah pelaku, sehingga dapat melapor ke aparat.
"Wanted: Ahmad Khan Rahami 28 yr old male. See media for pic. Call 9-1-1 if seen," demikian bunyi pesan tersebut.
Rahami memang belum ditemukan. Namun dengan adanya fasilitas sistem layanan darurat ini maka kemungkinan untuk menemukan si pelaku menjadi semakin besar, mengingat setiap warga bisa menjadi mata bagi petugas NYPD atau FBI yang tengah memburunya.
Sebelumnya sistem ini telah cukup sering menjadi solusi persoalan darurat warga. Di antaranya penculikan bayi tiga tahun di New York pada 2013 dan peringatan untuk mencari tempat aman pada saat ada badai Sandy di Oktober 2012.
(fjp/Hbb)
Sistem bernama Wireless Emergency Alerts (WEA) ini diterapkan sejak 2007. Layanan gratis ini kemudian diperbarui pada 2012 di mana sistem ini berganti nama menjadi Personal Localized Alerting Network (PLAN). Seluruh kota besar di AS menerapkan sistem yang dikhususkan untuk koneksi handphone ini.
Pada prinsipnya sistem ini dikendalikan oleh biro khusus yang berkedudukan masing-masing di satu kota. Ketika ada kondisi darurat, biro ini akan menyebarkan pesan ke seluruh handphone yang ada di suatu kota atau negara. Sistem ini bekerjasama dengan seluruh aplikasi seluler di AS.
Peringatan dari layanan ini ada tiap kali ada kondisi darurat di AS. Seperti pada saat-saat genting ledakan di Manhattan, New York pada Sabtu (17/9) kemarin.
Setelah muncul ledakan pukul 20.30 di kawasan 113 west 23rd Street -- yang membuat 29 orang terluka -- petugas NYPD lantas bergerak melakukan penyisiran. Dalam waktu singkat ditemukan adanya potensi ledakan di 27th street Manhattan. Kurang lebih empat blok dari kejadian pertama.
Pukul 23.10 muncul peringatan darurat yang disebarkan ke handphone seluruh warga yang berada di New York. Termasuk di dalamnya warga asing yang tengah mengaktifkan data roaming.
"Suspicious package: residents on W 27th b/y 6th and 7th Ave stay away from windows," demikian bunyi peringatan itu.
Screenshot Alert Sistem
|
Pesan yang disampaikan sistem darurat ini berbeda dengan pesan singkat biasa. Dia bisa sedemikian rupa membuat ponsel tujuan berdering dengan bunyi peringatan khusus, hingga membuat si pemilik handhpone harus membacanya. Untuk ponsel yang tengah dimode silent, sistem ini akan membuat ponsel tersebut bergetar panjang.
Kurang lebih tiga jam kemudian, sistem peringatan darurat kembali mengirimkan pesan. Kali ini pengumuman bahwa situasi telah kondusif.
"Update: The suspicous device on W 27 street safely removed vy NYPD Bomd Squad," demikian bunyi pesan yang masuk pukul 02.30 tersebut.
Begitu juga pada saat tim NYPD sudah menemukan siapa dalang di balik ledakan di New York, sistem ini kembali menyapa warga kota. Kali ini dia meminta partisipasi warga untuk mengenali wajah pelaku, sehingga dapat melapor ke aparat.
"Wanted: Ahmad Khan Rahami 28 yr old male. See media for pic. Call 9-1-1 if seen," demikian bunyi pesan tersebut.
Rahami memang belum ditemukan. Namun dengan adanya fasilitas sistem layanan darurat ini maka kemungkinan untuk menemukan si pelaku menjadi semakin besar, mengingat setiap warga bisa menjadi mata bagi petugas NYPD atau FBI yang tengah memburunya.
Sebelumnya sistem ini telah cukup sering menjadi solusi persoalan darurat warga. Di antaranya penculikan bayi tiga tahun di New York pada 2013 dan peringatan untuk mencari tempat aman pada saat ada badai Sandy di Oktober 2012.
(fjp/Hbb)

Screenshot Alert Sistem
Post A Comment:
0 comments: