Merdeka.com - Momil Mai, perempuan Pakistan berusia 25 tahun, diduga menyiramkan air keras ke pacarnya karena pria itu menolak menikahinya.
Menurut polisi, perempuan beranak empat itu selama ini menjalin hubungan asmara dengan Saddaqat Ali yang juga sudah menikah selama beberapa tahun.
Mai kemudian meminta Ali menjadikan dia istri kedua.
"Rabu malam tadi Ali menemui Mai seperti biasa dan perempuan itu menyiramkan air keras ke tubuh pacarnya karena menolak menikahinya," ujar polisi lokal bernama Bashir Ahmed kepada kantor berita AFP, seperti dilansir situs Emirates 247, Kamis (16/6).
Ali kemudian masih sempat lari menyelamatkan diri meski air keras itu mengenai bagian punggungnya.
Petugas medis di rumah sakit Multan tempat Ali dirawat mengatakan pria itu mengalami luka bakar 60 persen di tubuhnya. Kini dokter masih berjuang menyelamatkan nyawa Ali.
Keluarga Ali dilaporkan sudah mengajukan tuntutan hukum kepada Mai.
Kasus penyerangan terhadap pria oleh wanita di Pakistan termasuk jarang terjadi.
Menurut polisi, perempuan beranak empat itu selama ini menjalin hubungan asmara dengan Saddaqat Ali yang juga sudah menikah selama beberapa tahun.
Mai kemudian meminta Ali menjadikan dia istri kedua.
"Rabu malam tadi Ali menemui Mai seperti biasa dan perempuan itu menyiramkan air keras ke tubuh pacarnya karena menolak menikahinya," ujar polisi lokal bernama Bashir Ahmed kepada kantor berita AFP, seperti dilansir situs Emirates 247, Kamis (16/6).
Ali kemudian masih sempat lari menyelamatkan diri meski air keras itu mengenai bagian punggungnya.
Petugas medis di rumah sakit Multan tempat Ali dirawat mengatakan pria itu mengalami luka bakar 60 persen di tubuhnya. Kini dokter masih berjuang menyelamatkan nyawa Ali.
Keluarga Ali dilaporkan sudah mengajukan tuntutan hukum kepada Mai.
Kasus penyerangan terhadap pria oleh wanita di Pakistan termasuk jarang terjadi.
[pan]

Post A Comment:
0 comments: