Merdeka.com - Sejumlah ibu hamil di Australia kini sedang terjangkiti tren mengerikan: merokok agar berat janinnya ringan supaya tidak sakit ketika melahirkan.

Temuan itu adalah hasil studi selama sepuluh tahun oleh Profesor Simone Dennis dari Universitas Nasional Australia. Dalam laporannya dia mengatakan remaja-remaja 16 tahun yang sedang hamil meningkatkan konsumsi merokoknya supaya bayinya nanti berukuran kecil.

Situs Odditycentral melaporkan, Senin (20/6), yang lebih parah adalah, para remaja calon ibu itu terinspirasi dari kalimat di kemasan rokok yang menyatakan 'merokok saat hamil dapat mengurangi berat janin Anda'. Bukannya malah takut, mereka justru memutuskan lebih banyak merokok supaya saat melahirkan nanti bayinya kecil dan tidak membuat sakit.

Menurut penelitian, ibu hamil yang merokok punya risiko berat bayinya dua kali lebih kecil ketimbang ibu hamil yang tidak merokok.

"Mereka membaca di kemasan rokok bahwa merokok bisa mengurangi berat janin, padahal maksud pesan itu supaya mereka menghindari merokok, bukan justru melakukannya," ujar Profesor Dennis kepada harian New Zealand Herald.
[pan]

Insp21

Insp21

Share Pengalaman kamu membaca di Insp21

Post A Comment:

0 comments: